Kita seringkali dihadapkan oleh tugas-tugas setiap hari, baik itu tugas kuliah, organisasi, kerja, ataupun tugas dirumah. Pernah nggak, kita merasa bahwa produktif itu harus melakukan banyak tugas? Sebenarnya nggak juga ya kawaners.. Produktif itu tidak harus melakukan tugas sebanyak mungkin, tapi bagaimana melakukan tugas dengan baik dengan waktu yang tertata. Manajemen waktu (Time Management) merupakan salah satu hal yang penting untuk mencegah serta mengatasi kelelahan dalam menghadapi tugas. Pengertian manajemen waktu oleh Lakein (1973), individu pertama-tama menentukan kebutuhan dan keinginan mereka dan kemudian mengurutkannya berdasarkan tingkat kepentingan (prioritas). Sehingga kita tidak mudah Burnout. Penyebab burnout bervariasi pada setiap orang. Namun paling sering terjadi burnout, akibat dari manajemen waktu yang buruk. Tau nggak Kawaners? Manajemen waktu bisa dilakukan dengan praktik yang sederhana lho.. Ada beberapa cara untuk Kawaners terapkan :
1. Membuat List Daftar Kegiatan atau Tugas
Kawaners bisa membuat list daftar kegiatan yang akan dilakukan atau menjadwalkannya di buku, smartphone, atau laptop. Jika perlu tandai di kalender. Jadi, bisa mengurutkan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu dan bisa menyesuaikan dengan agenda - agenda yang lain.
2. Memberikan Ruang untuk Fleksibilitas
Fungsi melakukan ini untuk menyesuaikan diri jika terjadi perubahan situasi di luar rencana awal. Kita sadar bahwa tidak semua hal bisa berjalan 100% sesuai rencana, sehingga perlu menyiapkan "Plan B" atau rencana cadangan. Misalnya, Kawaners uda membuat jadwal harian, tapi mengosongkan waktu 1–2 jam sebagai ruang fleksibilitas jika tiba-tiba ada tugas mendesak atau meeting yang durasinya molor. Selain itu, supaya tidak terlalu kaku dalam mengambil keputusan jika itu terkait pekerjaan. Dengan memberikan kelonggaran, tidak akan mudah panik atau kecewa ketika menghadapi hambatan yang tidak terduga. Hal ini bisa mengurangi stres.
3.Hilangkan Gangguan
Identifikasi dan minimalkan gangguan umum seperti media sosial dan hal-hal yang membuat kurang fokus.
4. Kelompokkan dan Sederhanakan Proses
Kelompokkan tugas-tugas yang serupa dan proses secara berkelompok. Misalnya, merangkum materi kuliah, dan menyusun draf skripsi/makalah. Sediakan 1 blok waktu (misal: 3 jam di hari Rabu) khusus untuk mengunduh dan membaca semua referensi, satukan dalam 1 folder khusus. Buat templat catatan digital di Notion, iPad, atau Microsoft Word.
5. Merawat Diri
Jangan lupa akan kesehatan diri sendiri yang bisa dimasukkan ke daftar list kegiatan dan berikan batasan waktu. Aktivitas dan kesehatan perlu diseimbangkan dengan gaya hidup sehat. Makan makanan nutrisi yang tepat dan olahraga, dapat memberi dorongan untuk menyelesaikan tugas. Tidur, istirahat, dan jeda juga dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi, sehingga bisa menyelesaikan tugas dengan lebih efisien.
Nah, jadi itu cara sederhana Time Management yang bisa Kawaners lakuin! Dari sisi produktivitas akademik, manajemen waktu berperan untuk membantu mahasiswa dalam mengatur ritme belajar dan mendistribusikan beban tugas secara lebih proporsional. Agar nilai akademik tetap konsisten. Dan dari sisi untuk yang berkarir, manajemen waktu berperan sebagai akselerator produktivitas dan pelindung kesehatan mental (mengurangi stres dan mencegah burnout). Kita mengatur waktu bukan sekadar tentang cara menyelesaikan daftar tugas/pekerjaan, melainkan tentang bagaimana kita mengendalikan arah karir kita. Selain itu kita ingin menikmati hidup yang balance, antara tugas/pekerjaan dan kehidupan pribadi kita.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *