3 Skills Yang Bikin Kita Ga Bakal Tergantikan Oleh AI di Tahun 2026
Tahun 2026, penggunaan AI semakin masif digunakan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan AI semakin canggih sehingga makin memudahkan manusia untuk mengerjakan berbagai hal. Mulai dari bikin ide konten, tulis caption hingga olah data yang disertai analisis lengkap. Semakin mudahnya AI membantu manusia, timbul kekhawatiran bahwa AI bisa menggantikan pekerjaan manusia.
Namun, kabar baiknya AI itu sejatinya hanya “alat” yang membantu pekerjaan manusia sehingga lebih efisien. AI bukan secara full mengerjakan tugas manusia karena meraka hanya robot yang mengumpulkan banyak data. Pekerjaan manusia masih membutuhkan kemampuan asli manusia yang tidak dapat digantikan oleh AI. Ada 3 kemampuan yang ada dalam diri manusia yang tidak dapat digantikan oleh AI, yaitu :
1. Kemampuan Berfikir Kritis (critical thinking)
AI membantu manusia berdasarkan kumpulan data. Namun manusia dapat menyelesaikan masalah dengan melihat berbagai sudut pandang baik dari data atau kejadian nyata di lapangan. AI hanya bisa memberikan saran lewat data, tapi manusia bisa memberikan saran berdasarkan data dan kejadian di lapangan yang tidak bisa diprediksi oleh AI. Dari hal ini manusia bisa berfikir kritis dengan intuisinya dalam menyelesaikan permasalahan yang sesuai dengan etika dan moral.
2. Kreativitas (creativity)
AI berperan sebagai alat untuk membantu manusia dalam brainstorming dengan mengumpulkan berbagai referensi. Mereka dapat berperan menjadi “teman diskusi” terhadap ide yang dihasilkan oleh manusia. Hasil brainstrorming ini akan dikembangkan lagi oleh manusia menjadi sebuah ide dan konsep baru yang unik berdasarkan kreativitasnya. Oleh karena itu, kreativitas adalah kemampuan yang tidak dapat digantikan oleh AI karena AI hanya menghasilkan ide yang sudah ada dari berbagai data yang telah dikumpulkan.
3.Komunikasi (communication)
AI itu hanya robot yang memberikan jawaban cepat dari semua pertanyaan yang diajukan manusia. Namun, dalam mengomunikasikan jawaban tersebut perlu manusia yang menyampaikannya. Manusia dapat berkomunikasi dengan menyesuaikan keadaan di depannya. Manusia dapat memilih kata, ekspresi wajah dan gestur untuk berbicara dengan orang lain. AI tidak dapat melihat keadaan yang sedang terjadi, kecuali manusia yang menuliskan prompt. Jadi, kemampuan berkomunikasi itu hanya dapat dilakukan oleh manusia sebagai makhluk sosial bukan AI.
Kemampuan-kemampuan ini berasal dari diri manusia yang memiliki intuisi dalam menyelesaikan masalah sesuai dengan keadaan yang terjadi. Meskipun AI membantu banyak pekerjaan manusia, tapi penyempurnaan sebuah pekerjaan tetap membutuhkan peran manusia supaya lebih humanis tidak kaku seperti robot.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *